Kami merupakan lembaga jasa konsultan yang memiliki spesialiasi dan keahlian dalam menyediakan kapasitas maupun jasa profesional inovatif dalam mendukung dan mempromosikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, melalui pendekatan Keruangan, Kewilayahan, dan Ekologi Landscap serta ditunjang dengan prinsip-prinsip scientific serta strategi komunikasi yang efektif.

Rabu, 30 Juli 2014

Pelatihan GIS dan WebGIS

Kami bergerak dalam bidang Pelatihan GIS, WEB GIS dan Jasa Konsultansi dan Pembuatan WebGIS dan  Pemetaan Perkebunan Sawit serta Pemetaan Tata Ruang Wilayah.
    1.   Pelatihan GIS, dengan Materi:
  • Konsep Dasar GIS beserta Instalansi Sofware GIS (Arcgis 10.x)
  • Pengantar ArcGIS10.x 
  • Pengenalan ArcMap
  • Sistem Koordinat
  • ArcCatalog (Management database)
  • Georeferencing
  • Digitasi Dasar
  • Projection (DD, UTM, TM3)
  • Attribut dan Symbology
  • Global Positioning System (GPS)
  • Spatial adjustment
  • Geoprocessing (Union, Clip, Intersect, Merge, Buffer)
  • Spatial Analyst
  • 3D Analyst
  • ArcToolbox
  • Geodatabase (Gdb)
  • Analisis wilayah berbasis peta
  • Analisis dan query database spasial/peta
  • Membuat peta dan layout
2. Pelatihan Web GIS, dengan Materi:
  • Instalansi MS4W,PMAPPER dan Notepad ++
  • Dasar-dasar Sistem Informasi Geografis.
  • Dasar-dasar pengolahan data peta menggunakan ArcGIS.
  • Pengenalan MapServer.
  • Konfigurasi MapServer.
  • File yang berhubungan dengan MapServer.
  • Pengenalan Openlayers.
  • Memanggil MapServer pada web (HTML script).
  • Menampilkan Peta Statis dan inisiasi Mapfile.
  • Menampilkan Peta dua layer tau lebih.
  • Membagi Layer dalam Kelas.
  • Menampilkan Atribut Label pada layer.
  • Membuat tools pada penyajian peta.
  • Membuat query.
  • Pengenalan PHP script, postgreSQL dan PostGIS
3. Jasa Konsultansi dan Pembuatan Peta Perkebunan Sawit dan Penataan Ruang serta Pembuatan WEB GIS:
  • Jasa Pembuatan WEB GIS
  • Jasa Pembuatan GIS dan Peta Perkebunan Kelapa Sawit
  • Jasa Pembuatan GIS dan Peta Penataan Ruang
Informasi lebih lanjut hubungi 085694924971

Kamis, 09 Januari 2014

Remote Sensing di Perkebunan

 
Penggunakan foto udara/citra satelit dapat memberikan gambaran tentang kondisi lahan pada suatu saat. Gambaran nyata tersebut akan mempermudah kita dalam mengelola perkebunan. Adapun beberapa manfaat remote seensing di perkebunan adalah sebagai berikut : 
  • Untuk mengetahui secara akurat luas areal tanam yang sebenarnya. 
  • Pada perkebunan sawit, akan memungkinkan melihat satu per satu tegakan pohon, sehingga jumlah tanaman dapat diketahui. 
  • Untuk mengetahui tanaman yang masih memerlukan pemupukan. 
  • Memantau pertumbuhan tanaman, laju penanaman, pemilihan tanaman yang siap panen, tingkat kerusakan tanaman akibat hama penyakit, dll (untuk pemanfaatan secara berkala) 
  • Dapat digunakan untuk meramalkan hasil panen, dll

Minggu, 01 Desember 2013

Jasa Pembuatan WebGis dan Aplikasi GIS

Dengan seiring berkembangnya zaman yang semakin maju, perkembangan teknologi pun seiring dengan perkembangan zaman tesebut. Perekembangan teknologi tersebut juga berpengaruh pada kemajuan teknologi dalam dunia IT (Information Technology) yang juga berkembang dengan pesat . Salah satunya adalah dengan munculnya Teknologi GIS (Geografis Information System). 

Teknologi GIS (Georaphic Information System) telah berkembang pesat. Saat ini telah dikenal istilah-istilah Desktop GIS, WebGIS, dan Database Spatial yang merupakan wujud perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis, untuk mengakomodir kebutuhan solusi atas berbagai permasalahan yang hanya dapat dijawab dengan tekhnologi GIS ini. Konsep dasar Web GIS sistem yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi.

 GIS memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data dan melakukan operasi-operasi tertentu dengan menampilkan dan menganalisa data. Applikasi GIS saat ini tumbuh tidak hanya secara jumlah applikasi namun juga bertambah dari jenis keragaman applikasinya. Pengembangan applikasi GIS kedepannya mengarah kepada applikasi berbasis Web yang dikenal dengan Web GIS. 

Pengertian Web GIS Geographic Information System (GIS) merupakan sistem yang dirancang untuk bekerja dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi. GIS memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data dan melakukan operasi-operasi tertentu dengan menampilkan dan menganalisa data. 

Aplikasi GIS saat ini tumbuh tidak hanya secara jumlah applikasi namun juga bertambah dari jenis keragaman applikasinya. Pengembangan applikasi GIS kedepannya mengarah kepada applikasi berbasis Web yang dikenal dengan Web GIS. WebGIS merupakan aplikasi Geographic Information System (GIS) yang dapat diakses secara online melalui internet / web. Pada konfigurasi WebGIS ada server yang berfungsi sebagai MapServer yang bertugas memproses permintaan peta dari client dan kemudian mengirimkannya kembali ke client. Dalam hal ini pengguna / client tidak perlu mempunyai software GIS, hanya menggunakan internet browser seperti Internet Explorer, Mozilla Fire Fox, atau Google Chrome untuk mengakses informasi GIS yang ada di server. 

GIS memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data dan melakukan operasi-operasi tertentu dengan menampilkan dan menganalisa data. Applikasi GIS saat ini tumbuh tidak hanya secara jumlah applikasi namun juga bertambah dari jenis keragaman applikasinya. Pengembangan applikasi GIS kedepannya mengarah kepada applikasi berbasis Web yang dikenal dengan Web GIS. Hal ini disebabkan karena pengembangan applikasi di lingkungan jaringan telah menunjukan potensi yang besar dalam kaitannya dengan geo informasi.

Sebagai contoh adalah adanya peta online sebuah kota dimana pengguna dapat dengan mudah mencari lokasi yang diinginkan secara online melalui jaringan intranet/internet tanpa mengenal batas geografi penggunanya. Secara umum Sistem Informasi Geografis dikembangkan berdasarkan pada prinsip input/masukan data, managemen, analisis dan representasi data.


Spesifikasi teknis Software Environment yang digunakan untuk aplikasi ini adalah sebagai berikut :
• OS : Linux (opensource) atau Windows
• Software browser : IE, Mozilla
• Aplikasi weBGis : MapServer (Opensource)
• Aplikasi Tampilan : PHP, Javascript (Opensource)
• Basis Data : PostgreSQL (Opensource)

Keistimewaan ataupun Kekuataan Project Produk Aplikasi WebGIS adalah : Visualisasi Objek Data Potensi Daerah serta Posisi Geografis yang berhubungan secara Interaktif dan Dinamis akan dapat mengurangi komponen biaya yang harus dikeluarkan pemerintah daerah dan ada pengembangan e-goverment di daerahnya. 
 

Bagi anda yang berminat membangun Aplikasi Webgis, dapat menghubungi kami  di 085694924971.

Jasapembuatanwebgis, jasa web gis, ahli webgis, jasa pembuatan website, aplikasi webgis, Pembuatan WebGis, Departemen Geografi

Sabtu, 19 Oktober 2013

PODES (POTENSI DESA)

Sedikit pemahaman mengenai data PODES.
      
Data hasil pendataan Potensi Desa (Podes) hingga saat ini merupakan satu-satunya sumber data tematik berbasis wilayah yang mampu menggambarkan potensi suatu wilayah setingkat desa di seluruh Indonesia. Data Podes tersebut dapat diolah sehingga dihasilkan informasi penting berbasis wilayah untuk berbagai keperluan oleh berbagai pihak yang membutuhkan. Sebagai contoh, data Podes digunakan untuk mengidentifikasi desa yang masih diklasifikasikan sebagai desa tertinggal dan diduga sebagai wilayah yang dihuni oleh penduduk miskin. Sejalan dengan waktu, kebutuhan terhadap data dan informasi kewilayahan hingga wilayah terkecil dirasakan semakin beragam dan mendesak untuk bisa dipenuhi.

    Pendataan Podes telah dilaksanakan sejak tahun 1980 bersamaan dengan penyelenggaraan Sensus Penduduk 1980. Pengumpulan data Podes dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dalam kurun waktu 10 tahun, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi. Namun demikian sejak tahun 2008, pendataan Podes dilaksanakan secara independen dari rangkaian kegiatan sensus. Kuesioner yang digunakan juga sebanyak 3 (tiga) jenis, yaitu kuesioner desa, kuesioner kecamatan dan kuesioner kabupaten/kota. Hal ini dilakukan demi menjaga akurasi dan kelengkapan data.

      Data Podes tidak terkait dengan manajemen pelaksanaan Sensus Pertanian. Namun demikian kuesioner yang digunakan dilengkapi beberapa pertanyaan terkait pertanian yang bertujuan untuk membantu kelancaran pelaksanaan Sensus Pertanian.  Selain itu pendataan Podes kali ini sedikit berbeda dengan pendataan Podes sebelumnya karena Podes 2011 diintegrasikan dengan Sensus Infrastruktur Desa. Sensus Infrastruktur Desa dilaksanakan untuk mengumpulkan data kualitas infrastruktur fasilitas kesehatan dan pendidikan negeri yang ada di desa. Fasilitas kesehatan yang didata adalah: Puskesmas, Pustu, Poskesdes, Polindes, dan Posyandu. Fasilitas pendidikan yang  didata adalah semua sekolah negeri SD/sederajat, SMP/sederajat dan SMU/sederajat.

     Padatnya jadwal kegiatan BPS ditambah lagi dengan diintegrasikannya Sensus Infrastruktur Desa ke dalam kegiatan pendataan Podes 2011 akan sangat mempengaruhi volume tugas di lapangan. Oleh karena itu semua pihak terkait diharapkan dapat merancang sejak dini pembagian tugas bagi para pelaksana dengan sebaik-baiknya, sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu. Selain itu perhatian yang  maksimal bagi terjaganya mutu data sangat diperlukan karena data Podes adalah data kewilayahan yang akan sangat mudah diidentifikasi akurasi maupun kesalahannya.
      Pendataan Podes tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan data spesifik bagi keperluan pembangunan wilayah, tetapi juga dimaksudkan untuk memberikan indikasi awal tentang fakta-fakta potensi wilayah, infrastruktur/fasilitas serta kondisi sosial-ekonomi dan budaya di setiap desa/kelurahan.

Secara umum tujuan pelaksanaan Pendataan Podes adalah:
  • Menyediakan data tentang keberadaan dan perkembangan potensi yang dimiliki desa/kelurahan yang meliputi: sosial, ekonomi, sarana, dan prasarana wilayah,
  • Menyediakan data untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan perencanaan wilayah di tingkat nasional dan tingkat daerah,
  • Melengkapi penyusunan kerangka sampling (sampling frame) untuk kegiatan statistik lain lebih lanjut,
  • Menyediakan data bagi keperluan penentuan klasifikasi/tipologi desa (urban dan rural), desa tertinggal dan tidak tertinggal, dan sebagainya,
  • Menyediakan data pokok bagi penyusunan statistik wilayah kecil (Small Area Statistics).

     Podes dilaksanakan di seluruh desa/kelurahan yang berada di wilayah  Indonesia. Keluaran hasil pendataan Podes ini berupa publikasi yang memuat data tentang potensi yang dimiliki desa/kelurahan. Publikasi provinsi berisi data-data potensi desa yang dirinci per kabupaten/kota sedang publikasi Indonesia dirinci per provinsi. Data-data yang disajikan secara umum dikelompokkan dalam beberapa subjek antara lain:
1.       Sumber Daya Manusia
2.       Sumber Daya Alam
3.       Lingkungan Hidup
4.       Fasilitas pendidikan
5.       Fasilitas kesehatan
6.       Fasilitas ekonomi
7.       Prasarana dan sarana transportasi, komunikasi
8.       Pertanian

       Hasil pendataan Podes diharapkan akan menjadi sumber data kewilayahan yang dapat diandalkan. Selain itu juga akan menjadi acuan bagi penyusunan kerangka sampel wilayah adminstratif bagi pelaksanaan sensus/survei atau kegiatan BPS.